Browsing dari internet, terutama mengenai bagaimana cara penanganan penyakit yang benar, termasuk gampang-gampang susah. Gampang, karena kita tinggal ketik
key word di
Google dan hasil pencarian bisa ke luar kurang dari 1 detik. Susah, karena tidak semua sumber yang menyajikan informasi tsb bersifat
reliable (dapat dirujuk). Apalagi jika
author yang membuat artikel tersebut bukan dokter atau praktisi kesehatan lainnya. Terkadang, informasinya bersifat tumpang tindih jika tidak saling bertolak-belakang. Bukannya tercerahkan, akhirnya malah bingung sendiri bukan?
Nah, dari situlah saya, yang saat ini sedang dalam masa pemulihan dari penyakit cacar air, berinisiatif untuk membagi sedikit cerita nyata tentang penyakit ini. Perlu diingat, ini semata-mata bersumber dari pengalaman pribadi, yang tentunya lebih bisa dipercaya daripada hasil comot browsing dari situs lain apalagi repost. Ditambah bantuan dari dokter-dokter yang memeriksa saya juga temen saya yang nurse di sebuah RS. Jadi, sekali lagi, jangan khawatir, ini bukan hoax.
Biasanya, cacar air diderita oleh anak-anak usia 2-8 tahun. Jadi bayangkan betapa beruntungnya anda yang sudah pernah mengalaminya pada umur yang begitu muda, dimana mungkin anda sudah tidak ingat lagi gimana rasanya, dan tidak khawatir pada perubahan di tubuh anda: tiba-tiba kulit anda jadi polkadot dan muka anda berbintik seperti zombie! Tapi untuk anda yang sudah dewaasa dan belum pernah mengalami (saat artikel ini ditulis, umur saya 21 tahun), jangan khawatir. Dengan pemahaman dini, diagnosis yang tepat dan cepat, serta penanganan yang baik, insyaAllah anda akan selamat dalam menghadapi penyakit ‘wajib’ ini.
Cacar air, disebabkan oleh virus Varicella zoster, bisa menyebar melalui kontak langsung dengan penderita, atau pemaparan melalui udara dan debu. Dan perlu diingat, tidak selalu kontak langsung itu adalah yang paling utama. Karena saat saya mengalami cacar ini, saya tidak pernah bertemu siapapun yang sedang cacar dalam kurun waktu 1-2 minggu terakhir. Dokter bilang sih, itu karena pada saat kondisi saya sedang tidak fit (karena jarang olahraga, kurang gizi, dsb), tiba2 ada Varicella dari udara atau debu entah dari mana dan menginfeksi saya. Jadi di sini perlu digarisbawahi: SELALU JAGA KONDISI TETAP FIT. Saat kondisi kamu tidak fit, kuman lebih mudah memasuki sistem kekebalan tubuh, jadi yah…yassalam deh.

Ciri-ciri dan Gejalanya kita kategorikan saja dalam beberapa poin supaya lebih mudah:
1. Bentol
· bentol pertama,
bentuknya mirip sekali dengan kuman air, hanya saja warnanya lebih mirip warna kulit kita, dan kalau kamu iseng memecahkannya, itu gampang sekali, dan memang mirip kutu air karena pecahannya mengeluarkan air. FYI, mecahin kutu air itu susah karena lapisan kulit yang menggelembungnya itu jadi agak alot. Di sini kamu harus hati-hati, jika merasa bentolan ini mencurigakan, JANGAN DIPECAHKAN! Spoiller: bentol-bentol masa awal ini, kalau dipecahkan, akan menimbulkan bekas yang paling mengerikan dibanding bentol di hari kedua dan seterusnya. Lanjut baca..
· bentol hari ke dua.
Saat bentol pertama dipecah, besoknya tiba-tiba akan ada bentol susulan. Sayangnya, bentolan ini belum banyak jumlahnya sehingga kecurigaan kamu masih belum bisa dibuktikan. Ini terbukti dialami saat saya ke dokter, karena kebetulan saya sering alergi di kulit, maka dokter mendiagnosis bahwa ini hanya alergi. Hikmah: JANGAN PECAHKAN BENTOLMU!
· bentol di hari berikutnya.
Tiba-tiba saja kamu akan demam dan setelah masa demam itu (disebut masa inkubasi virus), bentolnya berlipat ganda! Apalagi di daerah yang bentolnya pernah kamu pecah, jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Dalam keadaan lebih parah: mulut, tenggorokan, lidah dan langit-langit mulut pun bisa kena dampaknya. Kamu akan melihat sesuatu yang mirip sariawan namun kalau dipikir lagi, itu bukan sariawan karena tidak terasa perih. Maklum ‘kan belum pecah, jadi JANGAN DIPECAHKAN! Oh iya, di poin ini, karena bentolnya sudah menyebar ke muka dan mulut, baru deh dokternya memutuskan kalau saya kena cacar air. Agak bete ya kenapa diagnosisnya telat banget!
· setiap harinya, selama kamu belum mendapat pengobatan yang tepat, akan muncul dua atau tiga bentol baru. Ini adalah ujian kesabaran, jangan sekali-kali pecahkan bentolnya atau kamu akan menyesal karena bekas pecahan itu hitam dan mengerikan, kayak kawah gunung api. Amannya, potong kuku sependek mungkin supaya kalau gak sengaja mecahin bentolan, kuman yang nular dari kuku kamu terminimalisir.
2. Kondisi tubuh
· jantung berdebar dan ulu hati terasa sakit.
Ini gak tau sih apa memang gejala cacar atau bukan, tapi saat ini terjadi, bentol pertama sudah muncul dan kebetulan sih saya emang punya penyakit maag, jadi gak terlalu ganggu juga. Saat periksa ke dokter pun, saya cuma diberi obat maag.
· sakit kepala, mata berkunang-kunang, badan lemas.
Saat bentol mulai banyak, kondisi tubuh pun mulai drop. Suhu tubuh meningkat dan bibir bahkan jadi kering dan tenggorokan sakit. Saat seperti ini kamu cuma bisa makan yang lunak-lunak seperti bubur dan sering-sering minum air putih.
Do’s and Don’ts
Nah, dari gejala-gejala di atas, ada beberapa hal yang menjadi do’s (lakukan) dan dont’s (jangan dilakukan) menurut versi saya (berdasarkan pengalaman lho):
DO’S
1. Istirahat yang Banyak
Saat cacar sedang parah-parahnya, badan terasa gatal dan panas hampir tiap 5 detik sekali. Ini adalah godaan terbesar karena saya hobby menggaruk (keseringan alergi kulit kayaknya). Dengan berbaring dan tidak banyak bergerak kemana-mana (apalagi ke luar rumah dan kena angin), rasa gatal itu tidak terlalu menggila.
2. Pake baju panjang yang longgar
Ini sebenernya serba salah karena saat bentol sedang gatal, rasanya panas dan pengen mengekspos kulit ke udara. Tapi saat kulit sudah terekspos, jadinya dingin dan pengen kita tutupin lagi. Nah maka dari itu, saat sedang cacar ini, pakelah pakaian panjang dan longgar. Maksudnya panjang agar menghindari rasa dingin, sedangkan longgar supaya mudah dilipat jika sewaktu-waktu kepanasan. Bayangkan kalau kamu pake baju yang melekat di kulit. Pas kepanasan nanti, apa mau dilepas dulu bajunya? Ups.. Selain itu, saat sedang cacar, trust me, kamu bakal sangat jarang kena air (baca: mandi) jadi kalau bajunya ketat, lengket dong! (ini akan dibahas di poin DONT’s)

3. Ceritakan pada dokter, sedetil-detilnya.
Sudah diceritakan di atas loh, saat kamu melupakan satu hal kecil saja (misalnya gejala pusing atau malah menghilangkan bukti dengan memecahkan benjolan mirip kutu air itu), maka bisa terjadi kesalahan diagnosis. Jadi sebenernya mala praktik itu yang salah kita juga lho. Kalau dokternya kelihatan bosan (terutama kalau dokternya sudah senior), paksa aja terus ngomong daripada kamu salah didiagnosis dan mendapat penanganan yang terlambat. It hurts, trust me.
4. Tangani bentolan agar cepat kering
Mengeringnya bentolan, ditandai dengan gelembung yang mengempes dan memerah (bukan menghitam ya, kalau menghitam tandanya sudah pecah), adalah jalan tercepat menuju kesembuhan cacar air.
Cara membuat bentol2 ini cepat kering juga ada banyak, seperti:
a. pecahkan lalu obati. Tapi ini TIDAK DISARANKAN. Luka memang kering, tapi bekasnya mengerikan lho! Lagipula, salep biasa tidak mampu menyembuhkan bentol ini.
b. basuh dengan air. Air membuat bentol cepat kering, JIKA bentolnya belum pecah. Kalau terlanjur pecah, air malah akan menyebarkan cairan dari pecahnya bentolan ini dan memperluas permukaan bentolan. Ini disebut infeksi sekunder dan bentolan yang kering karena terpapar air akan membekas. Jadi sebaiknya, terapi dengan air ini dihindari. Tapi, jika terlanjur ingin menggunakan air misalnya untuk cuci tangan atau kaki (atau wudlu), airnya dicampur obat gatal atau obat antiseptik ya, supaya tidak menyebarkan kuman.
c. olesi spiritus. Yup, spiritus yang itu, yang sering ditemukan di laboratorium sebagai bahan bakar tungku spiritus. Ini saran dari dokter loh, beliau bilang, pengolesan spiritus akan mempercepat pengeringan bentolan cacar. Berita baiknya, bekasnya tidak terlalu kelihatan. Hanya merah-merah sedikit. Cuma harus hati-hati, spiritus ini dingin di kulit karena sangat mudah menguap dan juga mudah terbakar. Jadi jangan sampai kamu melakukan hal ini deket-deket kompor atau orang yang sedang ngerokok. Saya jamin, itu berbahaya.
d. olesi bedak gatal. Misalnya dengan salicyl. Bedak ini lumayan ampuh menekan rasa gatal walaupun cuma untuk beberapa menit. Dan bentol tidak cepat kering, tapi lumayan lah karena terapi ini paling aman digunakan. Asal, bentolnya JANGAN DIPECAHKAN!
DONT’S
1. Makan suplemen yang tidak dianjurkan dokter.
Banyak yang bilang, agar cepat sembuh dari cacar air, kamu harus memperhatikan asupan makanan dan memperbanyak suplemen. Padahal ini gak selalu benar lho. Biasanya dokter akan memberi resep suplemen apa yang cocok untuk kita konsumsi, tergantung kondisi tubuh kita. Jadi, jangan dulu makan suplemen lain selain yang diresepkan itu, kalau tidak, bisa berbahaya apalagi jika kamu punya penyakit lambung. Vitamin C dan kalsium, dalam jumlah berlebihan, sesungguhnya tidak ramah di lambung loh.
2. Mandi
Ya ya..memang jorok sih, apalagi cacar air itu bukan penyakit yang bisa sembuh dalam 1 atau 2 hari saja. Tapi gimana lagi! Dekat-dekat air lebih banyak berbahayanya dibanding manfaatnya saat kamu sedang cacar air. jadi sabar aja ya, tunggu sembuh dulu. Sementara itu kamu harus sering ganti baju biar kuman tidak menempel dan menambah parah penyakit kamu.

Nah..semua sudah dibahas di atas. Berhubung saya sendiri belum sembuh total (masih banyak freckles dan saya tidak mungkin muncul di foto manapun selama 1 sampai 2 minggu ke depan.hiks..), saya belum bisa ngasih bocoran bagaimana menghilangkan kulit polkadot dan wajah
zombie ini. Intinya sih, saya sedang usaha dulu. Doakan berhasil ya teman, supaya saya bisa bagi lagi ceritanya di sini, karena cerita yang bersumber dari pengalaman itu, lebih bisa dipercaya lho. InsyaAllah. Sehat selalu ya kalian!

)
-ceritanya…bahasan ini bersambung-